Konon pria berasal dari Mars dan wanita berasal dari Venus. Sang pria hijrah dari Mars ke Venus menghampiri wanita dan bersama-sama ke Bumi. Keduanya sangat-sangat berbeda sehingga sering terjadi percekcokan. Pria cenderung banyak memakai otak (kiri) dan wanita banyak memakai perasaan/ emosi (otak kanan). Singkat cerita akhirnya pria takluk di tangan wanita. Mengapa? Karena emosi menjadikan hidup menjadi lebih hidup. Nggak garing. Banyak pria akhirnya mengikuti hukum wanita. Pria dengan otak kirinya menjadi lebih berperasaan, lebih romantis dan gampang tersentuh hatinya. Selesai.
Sepenggal cerita tadi diambil dari buku Marketing Venus karya Hermawan Kertajaya dkk. Berisi rangkuman 18 prinsip marketing venus. Intinya membicarakan pergeseran paradigma kemajuan teknologi informasi. Bumi makin sempit. Apa yang terjadi di belahan bumi manapun dapat dilihat, didengar bahkan ditiru pada saat itu juga. Lebih emosional dan interaktif. Tidak semata-mata teknologi tanpa perasaan. Otak kanan lebih dominan dibanding otak kiri.
Bahasa sederhananya adalah marketing yang kewanita-wanitaan, marketing yang melibatkan unsur perasaan. Orang membeli bukan semata-mata ada uang ada barang kemudian selesai. Lebih dari itu adalah bagaimana pembeli bisa terikat secara emosional sehingga terjadi ikatan batin antara kedua belah pihak. Harapannya terjadi kontinuitas sehingga lebih mudah mempertahankan target penjualan. Intinya kalau konsumen sudah mengatakan pokoknya kalau bukan produk “A” mending nggak beli, berarti berhasil. Meskipun mungkin produk “A” secara kualitas atau mutu produk tidak sebaik yang lain. Kok bisa?
Ya iyalah masa iya dong. Itulah wanita. Mereka cenderung memberikan segalanya ketika perasaannya sudah kena. Ingat lagu Eri Laso yang menceritakan satu bagian tubuh wanita, yang bila tersentuh maka pria bisa memilikinya? Betul jawabannya adalah hati. Saya tidak mengatakan semua wanita seperti itu tapi kecenderungan memang lebih dominan perasaan dibanding pikiran. Katanya sih 1:9 atau 1:7 nggak tahu mana yang benar, saya sendiri belum pernah menghitung he he (malah ngelantur). Tapi kok banyak wanita lebih pintar dibanding pria, padahal otaknya cuma 1. Ya mungkin otaknya 1 tapi besar sementara perasaannya 7 tapi kecil kali. Begitu sebaliknya banyak laki-laki yang perasaannya lebih peka atau sensitif dibanding wanita.
Konsep itulah yang akhirnya diadopsi dalam dunia marketing. Bagaimana menggaet konsumen sehingga hatinya luluh dan mengeluarkan isi dompet, untuk membeli produk yang ditawarkan tanpa merasa keberatan. Bahkan dalam batas tertentu akan muncul fanatisme, bagaimana suatu produk bisa dipakai terus-menerus bahkan diwariskan turun-temuran. Persis seperti wanita yang memberikan segalanya ketika hatinya sudah tersentuh.
Tag: Otak Kanan, Otak Kiri, Venus, Mars, Marketing In Venus, Hermawan Kertajaya, Marketing